BerandaSemua Berita
Detail Berita

BATU

Tim Nasional Verifikasi Ekosistem Gastronomi Kota Batu, Berpeluang Menjadi KaTa Kreatif ke-87

Penulis: timmediaiccn

Tim Nasional Verifikasi Ekosistem Gastronomi Kota Batu, Berpeluang Menjadi KaTa Kreatif ke-87

56

|

BATU – Tim Penilai Nasional Program Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Kementerian Ekonomi Kreatif melaksanakan uji petik lapangan di Kota Batu pada 29–31 Juli 2026 sebagai bagian dari proses verifikasi usulan Kota Batu menjadi Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia dengan subsektor unggulan gastronomi.

Verifikasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari rantai pasok pertanian, pengolahan pangan, inovasi produk, pemasaran, hingga kolaborasi lintas subsektor. Hasil uji petik akan menjadi dasar penyusunan Berita Acara Hasil Uji Petik (BAHUP) sebelum penetapan resmi Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.

Anggota Tim Penilai Nasional KaTa Kreatif, Pak Kirno, menjelaskan bahwa uji petik bertujuan memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan pemerintah daerah dengan kondisi nyata di lapangan.

"Yang kami lihat adalah apakah data yang disampaikan pemerintah daerah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami menilai perkembangan masyarakat, keterhubungan ekosistem dari hulu hingga hilir, serta kolaborasi antarsubsektor. Nantinya hasil verifikasi menjadi dasar penetapan subsektor unggulan daerah," ujarnya.

Kirno mengatakan, hingga saat ini baru 86 kabupaten/kota yang tergabung dalam jejaring KaTa Kreatif Indonesia. Apabila seluruh tahapan verifikasi terpenuhi, Kota Batu berpeluang menjadi daerah ke-87 yang memperoleh pengakuan tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif Kota Batu berkembang secara alami melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix.

"Kami percaya diri mengusung subsektor gastronomi karena memiliki ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir. Bahkan, apa yang ditemukan tim di lapangan lebih banyak daripada data yang telah kami himpun sebelumnya," katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan uji petik, Tim Penilai Nasional mengunjungi berbagai lokus strategis, di antaranya Pasar Induk Among Tani, Kampung Ekraf Rejoso, Kampung Tempe Beji, PLUT UMKM Kota Batu, sentra kuliner Alun-Alun Batu, Punk Potatoes, Pabriek Apel, Wisata Dusun Kuliner, Galeri Raos, hingga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan lembaga keuangan.

Koordinator Forum Lintas Komunitas Batu Creative Hub (BCH), Alan W. Hafiludin, menilai kekuatan utama Kota Batu terletak pada kolaborasi lintas sektor yang mampu membangun rantai nilai ekonomi kreatif secara utuh.

"Membangun kota kreatif tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Yang paling menentukan adalah kemampuan seluruh ekosistem untuk berkolaborasi. Di Batu, petani, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, pemerintah, dan lembaga keuangan telah membangun ruang kolaborasi yang saling menguatkan," ujarnya

Melalui proses verifikasi ini, Kota Batu optimistis memperkuat peluangnya menjadi Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia ke-87 sekaligus memperkokoh posisinya sebagai daerah yang mengembangkan ekonomi kreatif berbasis gastronomi secara inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.