BerandaSemua Berita
Detail Berita

BATU

Prasasti Sangguran Perkuat Identitas Gastronomi Kota Batu Menuju KaTa Kreatif Indonesia

Penulis: timmediaiccn

Prasasti Sangguran Perkuat Identitas Gastronomi Kota Batu Menuju KaTa Kreatif Indonesia

49

|

BATU – Kota Batu tidak hanya menawarkan kekayaan kuliner berbasis hasil pertanian, tetapi juga memiliki akar sejarah yang panjang sebagai fondasi pengembangan gastronomi. Narasi tersebut mengemuka dalam rangkaian verifikasi lapangan Program Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Kementerian Ekonomi Kreatif pada 29–31 Juli 2026, ketika Prasasti Sangguran menjadi salah satu kekuatan utama yang mempertegas identitas Kota Batu sebagai Kota Agro Kreatif Gastronomi.

Ketua Komisi Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu, M. Anwar, menjelaskan bahwa gastronomi tidak semata dipahami sebagai makanan dan minuman, melainkan bagian dari peradaban yang tumbuh dari tata kelola kehidupan masyarakat sejak masa Jawa Kuna.

"Selama ini gastronomi sering dipahami sebatas makanan dan minuman. Padahal, jika kita membaca Prasasti Sangguran sebagai sumber pengetahuan kebudayaan, kita menemukan fondasi yang jauh lebih dalam. Batu sejak dahulu merupakan wilayah Sima yang memiliki tata kelola ruang, pertanian, dan kehidupan masyarakat yang tertib serta berkelanjutan. Dari sanalah lahir tradisi mengolah hasil bumi sebagai bagian dari identitas masyarakat," jelas Anwar.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Prasasti Sangguran menunjukkan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang menghormati keseimbangan antara manusia, alam, dan ruang hidup. Warisan tersebut masih terus dijaga melalui tradisi Selamatan Desa dengan Nasi Tumpeng sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang diwariskan lintas generasi.

"Gastronomi Batu memiliki kesinambungan sejarah, mulai dari manuskrip budaya dalam Prasasti Sangguran hingga praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat hari ini. Inilah yang membedakan Batu, bukan hanya sebagai kota wisata, tetapi sebagai kota yang memiliki peradaban gastronomi," ujarnya.

Anwar menambahkan, penyelenggaraan Puja Manusuk Sima Prasasti Sangguran Kaping V Tahun 2026 pada 2 Agustus mendatang menjadi momentum untuk menghubungkan warisan sejarah dengan pembangunan ekonomi kreatif masa kini.

"Tema Menyapa Ulang Jejak Peradaban, Meneguhkan Identitas Batu sebagai Wilayah Sima, dan Menghidupkan Batu sebagai Kota Agro Kreatif Gastronomi merupakan penegasan bahwa pembangunan Kota Batu harus berpijak pada identitasnya sendiri. Pertanian menjadi sumber bahan baku, budaya menjadi ruhnya, sedangkan gastronomi menjadi wajah yang mempertemukan sejarah, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Melalui penguatan narasi sejarah tersebut, Kota Batu membangun konsep gastronomi yang tidak hanya berorientasi pada produk kuliner, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang berpijak pada warisan lokal. Prasasti Sangguran menjadi bukti bahwa identitas gastronomi Kota Batu telah tumbuh sejak berabad-abad lalu dan terus hidup melalui tradisi masyarakat hingga hari ini.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.