BerandaSemua Berita
Detail Berita

Pati, Jawa Tengah

Pati Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Pasca Penetapan Kabupaten Kreatif Indonesia

Pati Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Pasca Penetapan Kabupaten Kreatif Indonesia

63

|

Pati – Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan langkah strategis setelah resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif tingkat nasional oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada Desember 2025 bersama lima Kabupaten Kota lainya se Indonesia yakni Kota Manado, Kota Banjarmasin, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Buton Tengah. Status tersebut menjadi momentum penguatan identitas lokal berbasis potensi unggulan daerah yang selama ini telah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif akan berangkat dari kekuatan yang sudah dimiliki daerah. Ia mengungkapkan bahwa nama Pati kini mulai diperbincangkan di forum internasional.

“Teman saya pulang dari forum di Jerman, mereka sudah menanyakan Pati. Indonesia sekarang bukan hanya dikenal karena Bali, tetapi juga Pati,” ujarnya.

Menurut Risma, pengakuan tersebut menjadi potensi promosi yang harus dikemas secara kreatif, konsisten, dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Chandra (sapaan Akrabnya) saat menerima audiensi Pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Pati yang menyampaikan permohonan dukungan penuh dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Audiensi tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati beserta Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Bersama Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati merancang kegiatan apresiasi capaian para pelaku ekonomi kreatf Kabupaten Pati sebagai Upaya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berdampak dan berkelanjutan. Agenda puncak direncanakan berlangsung pada periode Mei hingga Agustus dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku Ekonomi Kreatif, UMKM, seniman, komunitas kreatif, hingga sektor swasta. Kegiatan tersebut berupa parade seni pertunjukan, pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dan akan disusul festival rutin setiap bulan untuk menjaga gaung kreativitas masyarakat.

Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk turut menjaga iklim kondusif melalui pemberitaan yang membangun.

“Kalian makan dari bumi Pati, jangan terus mengangkat isu negatif karena itu tidak adil,” tegasnya.

Risma mencontohkan keberhasilan festival budaya di sejumlah daerah yang mampu menumbuhkan kebanggaan kolektif tanpa ketergantungan penuh pada anggaran pemerintah. Model partisipatif tersebut dinilai relevan diterapkan di Pati melalui kolaborasi lintas sektor.

Selain penguatan event dan festival, Pemerintah Kabupaten Pati juga akan mendorong edukasi sejarah dan budaya lokal di sekolah-sekolah. Narasi sejarah Pati akan dikemas secara menarik agar menjadi daya tarik wisata berbasis pengetahuan sekaligus membangun kebanggaan generasi muda terhadap daerahnya.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus KEK menyampaikan komitmen untuk memperkuat reorganisasi kelembagaan serta mendorong pelaksanaan festival ekonomi kreatif sebagai tindak lanjut penetapan Kabupaten Kreatif Indonesia.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besar terhadap dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pati dalam upaya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi Hexa Helix.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi Hexa Helix—melibatkan unsur (ABCGM-Lembaga Keuangan) yakni akademisi, pelaku usaha/bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan Lembaga keuangan atau perbankan, sehingga mampu memberikan dampak nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kelembagaan, sinergi lintas sektor, serta konsistensi program menjadi kunci agar Pati tidak hanya menyandang status Kabupaten Kreatif secara administratif, tetapi benar-benar tumbuh sebagai pusat kreativitas baru yang berdaya saing di tingkat nasional.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan jejaring ekonomi kreatif tingkat provinsi maupun nasional, Pati ditargetkan berkembang sebagai pusat kreativitas baru yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Momentum ini diharapkan tidak hanya meningkatkan citra daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kreativitas dan inovasi lokal.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.