BerandaSemua Berita
Detail Berita

JAWA TIMUR

Korda ICCN Jawa Timur Rilis Program AREK: Aksi Reaktivasi Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif

Penulis: timmediaiccn

Korda ICCN Jawa Timur Rilis Program AREK: Aksi Reaktivasi Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif

72

|

Inisiatif strategis memetakan kondisi ekosistem kreatif sebagai fondasi transformasi Forum Lintas Komunitas menuju jejaring kabupaten/kota kreatif yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.

JAWA TIMUR, 30 Juni 2026 — Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jawa Timur secara resmi merilis Program AREK (Aksi Reaktivasi Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif) sebagai gerakan strategis untuk memahami, memetakan, dan memperkuat ekosistem kreatif di kabupaten dan kota yang tergabung dalam jejaring ICCN di Jawa Timur.

Program ini merupakan inisiatif Ketua Korda ICCN Jawa Timur, Muhammad Anwar, yang berangkat dari kebutuhan menghadirkan pendekatan baru dalam pembangunan ekosistem kreatif. Alih-alih memulai dari penyusunan program atau penyelenggaraan kegiatan, AREK diawali dengan memahami kondisi nyata setiap daerah melalui proses pembelajaran lapangan yang partisipatif.

Sebagai tahap awal implementasi, Muhammad Anwar melakukan Tur Mandiri selama tiga hari ke sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur menggunakan pendekatan Participatory Ethno Action Research (PEAR), yaitu metode riset partisipatif yang menempatkan komunitas sebagai subjek utama dalam proses identifikasi potensi, tantangan, dan peluang pengembangan daerah.

Pendekatan tersebut dipadukan dengan kerangka kerja KEN (Kenali, Eksplorasi, Nyatakan) sebagai metode pendampingan yang dikembangkan Korda ICCN Jawa Timur untuk membangun ekosistem kreatif berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Tahapan pertama, Kenali, difokuskan untuk membangun pemahaman bersama mengenai fondasi konseptual ekosistem kreatif. Dalam setiap forum diskusi, Muhammad Anwar mengawali dialog dengan materi pemantik mengenai perbedaan mendasar antara budaya kreatif, industri kreatif, ekonomi kreatif, dan kabupaten/kota kreatif.

Menurutnya, penyamaan persepsi terhadap empat konsep tersebut menjadi langkah yang sangat penting sebelum merancang strategi kolaborasi maupun kebijakan pembangunan ekonomi kreatif.

"Kita tidak bisa membangun ekosistem jika para pelakunya masih menggunakan definisi yang berbeda-beda. Banyak daerah telah memiliki komunitas, kegiatan, dan potensi luar biasa, tetapi belum semuanya memahami bagaimana seluruh unsur itu saling terhubung dalam satu ekosistem. Karena itu, AREK dimulai dari proses mengenali cara pandang bersama sebelum berbicara tentang program," ujar Muhammad Anwar, Ketua Korda ICCN Jawa Timur.»

Melalui proses dialog tersebut, Korda ICCN Jawa Timur berupaya mengukur sejauh mana pemahaman Forum Lintas Komunitas (FLK) yang telah berjejaring dengan ICCN dalam membangun ekosistem kreatif di daerah masing-masing. Pemetaan tidak hanya melihat keberadaan komunitas atau jumlah kegiatan, tetapi juga menilai kualitas relasi antarpemangku kepentingan, pola kolaborasi, kepemimpinan komunitas, serta kapasitas forum dalam menghubungkan berbagai simpul pembangunan daerah.

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa hampir seluruh daerah memiliki modal sosial dan potensi kreatif yang kuat. Namun, tantangan yang paling menonjol adalah belum adanya kesamaan perspektif mengenai ekonomi kreatif sebagai sebuah ekosistem. Kolaborasi masih banyak dipahami sebagai kerja sama penyelenggaraan kegiatan atau pengembangan industri kreatif, sementara hubungan strategis antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan agregator belum sepenuhnya terbangun sebagai sistem yang saling menguatkan.

Temuan tersebut akan menjadi baseline bagi Korda ICCN Jawa Timur bersama Kepengurusan Nasional ICCN dalam menyusun model transformasi Forum Lintas Komunitas di seluruh Indonesia. Baseline ini diharapkan menjadi dasar penyempurnaan panduan, metodologi pendampingan, serta strategi penguatan kelembagaan agar FLK mampu menjalankan peran sebagai simpul utama penggerak ekosistem kreatif di tingkat kabupaten dan kota.

Ke depan, Forum Lintas Komunitas diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya komunitas kreatif, tetapi berkembang menjadi aggregator ekosistem yang mampu menjahit relasi antaraktor, memperkuat kolaborasi lintas sektor, menghubungkan berbagai sumber daya, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

Melalui Program AREK, Korda ICCN Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendekatan pembangunan kabupaten/kota kreatif yang berangkat dari pemahaman, partisipasi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif tidak lagi dipandang sebagai kumpulan kegiatan atau subsektor semata, melainkan sebagai proses membangun ekosistem yang mampu menciptakan nilai ekonomi, memperkuat identitas budaya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.

Program AREK selanjutnya akan memasuki tahapan Eksplorasi dan Nyatakan, yang berfokus pada pendalaman potensi, perumusan agenda kolaboratif, serta penyusunan rencana aksi bersama menuju terwujudnya jejaring kabupaten dan kota kreatif yang saling terhubung dalam ekosistem ICCN Indonesia.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.