BANYUWANGI
BYCN Gelar Rakerja Perdana, Perkuat Tata Kelola dan Perluas Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Banyuwangi
Penulis: timmediaiccn
BANYUWANGI — Banyuwangi Youth Creative Network BYCN menggelar Rapat Kerja Rakerja Perdana pada Kamis, 23 Juli 2026. Bertempat di Banyuwangi Creative Hub, kegiatan ini menjadi tonggak awal kepengurusan baru untuk merumuskan arah strategis organisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
Rakerja ini dihadiri seluruh jajaran pengurus baru BYCN dengan fokus utama pada penguatan kelembagaan internal dan perluasan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Umum BYCN, Dedy Wahyu Hernanda, MAP, menegaskan bahwa prioritas di awal periode ini adalah pembenahan tata kelola creative hub agar program-program berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan kesinambungan program unggulan yang sudah berjalan, seperti Kelas Kreatif, Banyuwangi Creative Lab, dan kampanye Bangga Kreatif Lokal. Tata kelola yang kuat adalah fondasi agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh pelaku kreatif," ujar Dedy.
Selain konsolidasi internal, Rakerja Perdana ini juga melahirkan sejumlah program strategis berbasis teknologi dan kolaborasi. BYCN akan membentuk Tim Khusus Transformasi Digital serta mereaktivasi Aplikasi Ekonomi Kreatif ekraf berbasis desa. Langkah ini bertujuan mendekatkan akses pasar dan data bagi pelaku kreatif hingga ke tingkat desa, sehingga ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota.
Dalam upaya memperkuat jejaring, BYCN juga akan mempercepat penandatanganan Nota Kesepahaman MoU dengan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama LPNU dan Asosiasi Kuliner Kaos Kerajinan Aksesoris dan Batik Banyuwangi AKRAB. Kolaborasi ini ditargetkan untuk mewujudkan Satu Data Ekraf Banyuwangi yang nantinya menjadi basis pengambilan kebijakan dan pengembangan program bagi para pelaku kreatif.
Tidak hanya itu, BYCN juga membuka ruang sinergi dengan dunia akademik. Rencananya akan ada penerimaan mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Universitas Jember UNEJ, serta program Dosen Pengabdian dari Fakultas Ilmu Komputer FILKOM Universitas Brawijaya UB Malang. Keterlibatan kampus diharapkan dapat menghadirkan riset, inovasi, dan transfer pengetahuan yang mendukung penguatan kapasitas pelaku kreatif.
Dedy optimistis, dengan semangat kolaborasi yang inklusif, terukur, dan berbasis data, BYCN dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Banyuwangi sekaligus mencetak talenta muda yang siap bersaing di tingkat nasional.
"BYCN hadir bukan untuk berjalan sendiri. Kami ingin merangkul semua pihak, dari komunitas, pemerintah, kampus, hingga asosiasi, agar ekonomi kreatif Banyuwangi tumbuh bersama," tutup Dedy.
BYCN merupakan jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN). ICCN merupakan jejaring kota kreatif yang menjadi orkestrator dalam pengembangan ekosistem kota kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi Kreatif sendiri merupakan sektor usaha yang mengutamakan ide, pengetahuan, budaya dan warisan leluhur yang mencakup subsekor fotografi, film animasi, musik, arsitektur, seni pertunjukan dan lainnya.
Dengan hasil Rakerja ini, BYCN menargetkan berbagai program dapat mulai berjalan pada semester kedua 2026 dan memberikan dampak nyata bagi pelaku kreatif di Banyuwangi.
Belum ada komentar.