BerandaSemua Berita
Detail Berita

Sleman, DIY

Apakah Kolaborasi & Kota Kreatif Hanya Wacana? JCS Tegaskan Kolaborasi Nyata Kota Kreatif DIY di Awal 2026

Apakah Kolaborasi & Kota Kreatif Hanya Wacana? JCS Tegaskan Kolaborasi Nyata Kota Kreatif DIY di Awal 2026

49

|

Sleman – Jogja Creative Society (JCS), salah satu anggota jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menggelar Rapat Koordinasi Awal Tahun 2026 pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Sekretariat JCS, Sleman Creative Space, Komplek Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, DIY. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi gagasan, refleksi capaian, sekaligus penajaman arah strategis pengembangan ekosistem kota kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbagai wilayah lain di Indonesia.

Rapat dihadiri oleh para penggerak lintas disiplin yang selama ini aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kota kreatif, di antaranya M. Arief Budiman (Sekjen ICCN 2019–2022 dan Ketua Komite Ekraf Kota Yogyakarta REKA YK), Dr. (Ing.) Greg Wuryanto, S.T., M.Arch. (Ketua JCS dan Former Korda ICCN DIY), Aan Fikriyan (Dewan Pakar ICCN 2025–2028 sekaligus pegiat Jogja Festivals dan Co-Founder Kustomfest), Dr. Suwarno Wisetrotomo (Kurator Seni dan Akademisi Pascasarjana ISI Yogyakarta), Triyanto “Dab Genthong” Hapsoro (Filmmaker dan Acting Coach), Soes Dwie (Pegiat Animasi dan kolaborator Sleman Creative Space), Ahmad Noor Arief (Sekjen JCS dan Co-Founder Dagadu Djokdja), Affi Khresna (Former Deputi Komunikasi Publik ICCN 2019–2025 dan Sekjen Komite Ekraf Kota Yogyakarta REKA YK), Erlina Hidayati (Government), Andri (Pegiat Kopi dan Komunitas Kopi), serta Uen dari Sekretariat JCS.

Dalam forum tersebut, JCS memaparkan laporan program kemitraan strategis yang telah dijalankan bersama sejumlah pemerintah kota dan kabupaten, baik di DIY maupun di berbagai provinsi di Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup inisiasi dan penguatan ekosistem kota kreatif, pembentukan komite ekonomi kreatif daerah, penyusunan roadmap, hingga lahirnya produk hukum berupa peraturan daerah tentang kota kreatif dan ekonomi kreatif. Model pendampingan ini menegaskan peran JCS sebagai mitra dialog sekaligus laboratorium gagasan (urban laboratory) yang menjembatani kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha.

Ketua JCS, Dr. (Ing.) Greg Wuryanto, S.T., M.Arch., dalam pernyataannya menegaskan bahwa JCS harus terus menjaga posisi strategisnya di dua ranah sekaligus: sebagai mitra pemerintah dan sebagai bagian organik dari komunitas kreatif.

“Harapan kami, JCS mampu berdiri di tengah sebagai jembatan. Kita harus tetap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan publik, namun juga tetap membumi bersama komunitas. Kekuatan kota kreatif ada pada kolaborasi. JCS ingin memastikan bahwa dialog antara pemerintah dan komunitas kreatif tidak hanya terjadi di forum formal, tetapi benar-benar melahirkan kebijakan dan program yang berdampak,” ujarnya.

Rapat juga menyoroti peran JCS dalam mengawal lahirnya Komite Ekraf Kota Yogyakarta REKA YK serta pendampingan Kota Yogyakarta dalam program PMK3I dan KaTa Kreatif Kemenparekraf tahun 2025. Keterlibatan tersebut memperlihatkan kesinambungan peran jejaring ICCN di tingkat lokal dalam memperkuat posisi kota/kabupaten sebagai simpul pertumbuhan kreatif berbasis komunitas.

Sekretaris Jenderal JCS, Ahmad Noor Arief, menambahkan bahwa tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan jejaring, khususnya di wilayah DIY, sekaligus optimalisasi kolaborator strategis JCS.

“Pengembangan jejaring di DIY menjadi prioritas kami, baik dengan pemerintah kabupaten/kota maupun dengan komunitas lintas subsektor. Kami juga ingin mengoptimalkan kolaborator JCS seperti Sleman Creative Space, yang sejak 2017 berhasil dirintis bersama Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai hub kreatif. Model kolaborasi ini perlu terus diperkuat dan direplikasi,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, JCS merumuskan sejumlah langkah strategis lanjutan. Di tingkat regional DIY, kemitraan akan diperkuat bersama Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta, sekaligus menginisiasi kolaborasi lebih intensif dengan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo. Optimalisasi Sleman Creative Space sebagai hub kolaborasi menjadi prioritas, baik sebagai ruang inkubasi, arena produksi dan presentasi karya, maupun ruang temu lintas subsektor kreatif.

Selain itu, JCS akan kembali menggulirkan forum “Urun Rembug Kebudayaan” sebagai ruang dialog terbuka untuk merumuskan arah kebudayaan dan kreativitas Yogyakarta ke depan. Inisiatif ini juga akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Buku Strategi Kebudayaan sebagai dokumen konseptual dan referensi kebijakan berbasis praktik lapangan dan pengalaman jejaring. Menjelang bulan Ramadan, JCS juga merencanakan silaturahmi ke makam para pendiri yang telah berpulang, KRMT Indro “Kimpling” Suseno dan Hanitianto Joedo, sebagai bentuk penghormatan atas warisan gagasan dan dedikasi mereka dalam membangun fondasi gerakan kreatif di Yogyakarta.

Didirikan pada 31 Desember 2015, Jogja Creative Society merupakan lembaga pemikiran kritis berbasis kreativitas lintas disiplin dengan visi “Mitayani, Migunani, Mrantasi untuk Jogja Istimewa” dan misi mewujudkan Jogja sebagai zona kreatif dunia. Sejak awal berdiri, JCS aktif mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif daerah, termasuk terlibat dalam penguatan Sleman sebagai kabupaten kreatif serta menjadi bagian penting dalam Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) yang pada 2018 direbranding menjadi Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) saat Sleman menjadi tuan rumah. JCS juga pernah menginisiasi Urun Rembug Strategi Kebudayaan yang menghadirkan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan KGPAA Paku Alam X dalam satu forum strategis kebudayaan.

Melalui Rapat Koordinasi Awal Tahun 2026 ini, JCS menegaskan kembali komitmennya sebagai bagian dari jejaring ICCN untuk terus mengawal pembangunan berbasis kreativitas, memperkuat kolaborasi hexa-helix, serta menghadirkan praktik baik pengembangan kota kreatif yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ikuti informasi di instagram @jogjacreativesociety 

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.