KANIGORO
Sinergi Tri-Pilar Pemajuan Daerah: Bupati Blitar Kukuhkan Komite Ekraf, Bapparda, dan Dewan Kebudayaan 2026–2031
Penulis: timmediaiccn
KANIGORO, 24 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Blitar menandai babak baru pembangunan daerah dengan mengukuhkan tiga lembaga strategis sekaligus, yakni Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf), Badan Promosi Pariwisata Daerah (Bapparda), dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Blitar periode 2026–2031.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Rijanto di Ruang Rapat Candi Penataran, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, serta disaksikan Wakil Bupati Beky Herdiansyah, Sekretaris Daerah Khusna Indarti, Ketua Dekranasda Ninik Rijanto, jajaran OPD, dan tamu undangan dari tingkat regional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BakorWil III, Dewan Kesenian, serta Komite Ekraf Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian struktur organisasi, melainkan langkah konsolidasi untuk membangun ekosistem daerah yang bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah menuntut pembangunan dilakukan melalui pendekatan pentahelix, yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam satu arah pembangunan.
Kepemimpinan baru tiga pilar
Berdasarkan keputusan Bupati, kepengurusan yang dikukuhkan terdiri atas:
• Argo Wahyu Jati Kusumo — Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Blitar
• Wima Brahmantya — Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Blitar
• Kholam Sidharta — Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Blitar
Ketiga lembaga ini diharapkan bekerja secara terpadu untuk memperkuat identitas, daya tarik, dan nilai tambah Kabupaten Blitar melalui kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Integrasi potensi wilayah
Arah pembangunan Kabupaten Blitar ke depan difokuskan pada integrasi potensi wilayah dari selatan hingga utara. Penyelesaian Jalur Lintas Selatan (Pansela) diproyeksikan menjadi pengungkit utama akses wisata pantai, sementara kawasan lereng Gunung Kelud dan Perkebunan Teh Sirah Kencong dikembangkan sebagai destinasi wisata alam unggulan.
Di sektor kebudayaan, berbagai Warisan Budaya Tak Benda seperti Reog Bulkiyo, Siraman Gong Kyai Pradah, serta beragam tradisi Jaranan akan terus diperkuat sebagai bagian dari wisata edukasi dan budaya. Bersamaan dengan itu, Komite Ekraf dan Bapparda didorong meningkatkan daya saing produk lokal melalui inovasi, branding, dan digitalisasi pemasaran.
Komitmen ICCN Jawa Timur membersamai Blitar
Hadir dalam pelantikan tersebut, Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jawa Timur, Muhammad Anwar, menyampaikan apresiasi atas keberanian Pemerintah Kabupaten Blitar membangun model sinergi tiga pilar dalam satu momentum kelembagaan.
Menurutnya, hakikat sebuah Kabupaten Kreatif bukan hanya melahirkan program ekonomi, tetapi menghadirkan ekosistem yang menyatukan Pemajuan Kebudayaan, Kepariwisataan, dan Ekonomi Kreatif sebagai fondasi pembangunan daerah.
“ICCN Jawa Timur berkomitmen membersamai perjalanan Kabupaten Blitar sebagai Kabupaten Kreatif. Tri-Pilar ini harus terus berjalan beriringan, karena kebudayaan adalah ruh, pariwisata menjadi panggung, dan ekonomi kreatif menghadirkan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Anwar.
Ia menambahkan, jejaring ICCN siap menjadi mitra kolaborasi dalam penguatan kapasitas komunitas, pengembangan creative hub, hingga aktivasi program lintas komunitas yang melibatkan generasi muda di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.
Kabupaten Blitar tuan rumah Rakorda ICCN Jawa Timur
Usai pelantikan, Muhammad Anwar bersama Ketua Komite Ekraf Kabupaten Blitar melakukan dialog langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Pertemuan tersebut membahas persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ICCN Jawa Timur yang akan diselenggarakan di Kabupaten Blitar pada 18–19 Oktober 2026.
Melalui kolaborasi ICCN Blitar Youth Forum (BYF) sebagai tuan rumah, Rakorda direncanakan menghadirkan perwakilan 38 Forum Lintas Komunitas (FLK) dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi jejaring festival, desa kreatif dan inovasi pertanian, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu simpul penting pengembangan ekosistem kreatif di Jawa Timur.
Pelantikan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama sebagai penanda dimulainya pengabdian tiga lembaga strategis untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang semakin berbudaya, kreatif, berdaya dan berjaya.
Belum ada komentar.