JAKARTA
SIARAN PERS SUARA EKRAF INDONESIA - ICCN ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia di Konferensi Ekraf Dunia Melalui Pertunjukan Teatrikal
Penulis: timmediaiccn
JAKARTA – Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia, kalimat heroik Bapak Founding Father Indonesia, Ir. Soekarno, itu berhasil diwujudkan oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menyampaikan Suara Ekraf Indonesia dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) di CGV Grand Indonesia, Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 16.00 – 17.00 WIB.
Dalam forum global tersebut, ICCN yang kini telah menghubungkan lebih dari 277 kota dan kabupaten kreatif se-Indonesia, menyampaikan Suara Ekraf Indonesia yang sebelumnya telah dihimpun dalam rangkaian Road to WCCE bersama TVRI di 35 daerah.
Menariknya, penyampaian Suara Ekraf Indonesia dikemas melalui konsep teatrikal kreatif yang memadukan berbagai unsur seni, mulai dari puisi, film, musik, hingga orasi. Selama satu jam, penonton dari berbagai negara dan daerah dibuat terkesima oleh penampilan para pegiat ekraf dari Sabang sampai Merauke yang mewakili ICCN.
Sejak awal, audiens disuguhkan video pembuka yang menampilkan potensi dan keindahan Indonesia, kemudian dibuat takjub oleh pembacaan puisi yang bejudul "Dari Daerah Kami Bersuara" oleh Irfan Maulana dari Aceh, dilanjutkan penayangan video karya insan kreatif dari Kota Malang.
Tidak berhenti di situ, penampilan teatrikal juga menghadirkan Johanna Kristina Naomi Kamesrar dari Provinsi Papua Barat Daya dan Miswar Ibrahim Njong dari Aceh sebagai perwakilan daerah dalam menyampaikan Suara Ekraf Indonesia. Selanjutnya, ditayangkan video perjalanan ICCN selama 12 tahun terakhir dan peluncuran aplikasi super http://iccn.or.id.
Momen paling epik terjadi saat Ketua Umum ICCN, Fiki Satari membacaan lalu menyerahkan Dokumen Manifesto Suara Ekraf Indonesia kepada Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, yang kemudian dilanjutkan dengan orasi respons bertajuk "Indonesia Mendengar".
Di penghujung acara, Menteri Ekraf RI Teuku Riefky Harsya mengundang seluruh perwakilan daerah untuk menyanyikan lagu Tanah Airku bersama-sama dengan dipimpin penyanyi asal Kota Malang Yonanda Galuh Puspitasari.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif di Indonesia tidak hanya memiliki potensi yang luar biasa, tetapi juga dipenuhi keberagaman yang menarik, dan hal itu tidak hanya ada di satu daerah, melainkan di setiap daerah di Indonesia.
"Konferensi WCCE tingkat dunia ini merupakan momentum yang berharga dan memiliki posisi yang strategis, karena melalui konferensi yang diikuti oleh berbagai negara ini kita bisa menyuarakan potensi ekonomi kreatif yang ada di seluruh daerah Indonesia," ungkapnya.
Ia menambahkan, Suara Ekraf Indonesia merupakan suara-suara dari berbagai daerah yang ingin menyuarakan potensi, tantangan, hingga komitmen ekosistem di setiap daerah, mulai dari komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, agregator, hingga pemangku kebijakan.
Keunggulan kota dan kabupaten kreatif di Indonesia juga sudah diakui dunia melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) yang telah menetapkan Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia, Ambon sebagai Kota Musik Dunia, Bandung sebagai Kota Desain Dunia, Jakarta sebagai Kota Literasi Dunia, Surakarta sebagai Kota Seni Pertunjukan Dunia, dan yang terbaru Ponorogo sebagai Kota Seni Pertunjukan Dunia serta Malang sebagai Kota Media Arts Dunia.
"Masyarakat Indonesia memiliki DNA kreatif yang luar biasa. Ada banyak insan kreatif di Indonesia dan sudah ada banyak juga kota dan kabupaten yang diakui sebagai kota kreatif dunia. Itu menandakan bahwa potensi ekraf daerah di Indonesia sangat luar biasa," tambahnya.
Melalui Manifesto Suara Ekraf Indonesia dan penguatan kolaborasi bersama TVRI, ICCN mendorong semakin terbukanya ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah, daerah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, serta berbagai unsur pendukung ekonomi kreatif.
"Dari Daerah untuk Dunia" menjadi sebuah keyakinan bahwa kekuatan Indonesia di panggung global berawal dari kemampuan untuk mengenali, mengembangkan, menghubungkan, dan menghadirkan kekuatan yang tumbuh dari daerah.
10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia
1. Inovasi Berbasis Sumber Daya Lokal adalah Keunggulan yang Tak Tertandingi. Kekuatan ekonomi kreatif Indonesia tumbuh dari kekayaan budaya, pengetahuan, sumber daya, dan karakter khas yang hidup di setiap daerah.
2. Ekonomi Kreatif adalah Jalan Nyata menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan.
3. Pelaku Kreatif Informal Harus Diakui, Dilindungi, dan Difasilitasi. Ekosistem ekonomi kreatif perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku kreatif yang tumbuh dari komunitas dan sektor informal.
4. Intermediary dan Agregator adalah Tulang Punggung Ekosistem Ekonomi Kreatif. Penghubung antara kreator, pasar, pemerintah, industri, investasi, dan jaringan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan ekosistem.
5. Inklusivitas dalam Ekonomi Kreatif Membuka Keterlibatan Pelaku dari Seluruh Kalangan. Ekonomi kreatif harus menjadi ruang terbuka yang memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi.
6. Transformasi Digital adalah Akselerator Ekonomi Kreatif Daerah. Teknologi membuka akses yang lebih luas bagi karya, talenta, produk, dan kekayaan intelektual daerah untuk menjangkau pasar serta audiens yang lebih besar.
7. Data dan Indeks Ekonomi Kreatif Daerah adalah Fondasi Kebijakan. Pembangunan ekonomi kreatif membutuhkan data yang kuat agar kebijakan, program, dan investasi dapat disusun berdasarkan kondisi serta potensi nyata setiap daerah.
8. Regulasi dan Kelembagaan Daerah sebagai Komitmen Negara yang Mendesak. Penguatan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan kelembagaan dan regulasi yang memberikan kepastian serta keberlanjutan bagi ekosistem di daerah.
9. Ekosistem Hexa Helix: Sinergi yang Tidak Bisa Diwakilkan. Kemajuan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi nyata antarunsur ekosistem, dengan setiap pihak menjalankan perannya secara bersama-sama.
10. Suara Daerah Harus Membentuk Agenda Global. Pengalaman, inovasi, pengetahuan, serta praktik baik yang tumbuh di berbagai daerah Indonesia memiliki nilai untuk turut berkontribusi dalam percakapan ekonomi kreatif dunia.
Tidak hanya itu, Ketum Fiki juga menyampaikan bahwa pertunjukan teatrikal kreatif ini menjadi persembahan ICCN dalam menyambut Hari Ekraf Nasional yang akan diperingati pada tanggal 24 Oktober 2026.
Dalam orasinya, Menteri Ekraf RI Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Menurutnya, komunitas dan Koordinator Daerah (Korda) ICCN memiliki peran penting sebagai subjek pengembangan ekonomi kreatif karena memahami peluang dan tantangan di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi serta kekompakan antarpemangku kepentingan. Ia juga mengapresiasi aspirasi, pengorbanan, dan semangat ICCN, serta menegaskan kesiapan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan ICCN di seluruh Indonesia.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif harus bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Kawan-kawan komunitas dan Korda di sinilah yang menjadi subjek, bukan objek, karena mereka paling mengetahui peluang dan tantangan di daerahnya masing-masing. Namun, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Selama kita kompak, kita memiliki ruang dan kesempatan yang cukup besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan ICCN dalam berbagai kegiatan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Tentang Manifesto Suara Ekraf Indonesia
Manifesto Suara Ekraf Indonesia membawa gagasan mengenai Ekonomi Kreatif Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Indonesia yang Bermartabat, Inklusif, dan Berkelanjutan. Manifesto menjadi ruang bersama untuk membawa perspektif daerah ke dalam percakapan pembangunan ekonomi kreatif Indonesia dan dunia.
Tentang ICCN
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan jejaring yang mempertemukan penggerak kota dan kabupaten kreatif di Indonesia untuk membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, memperkuat ekosistem, serta mendorong ekonomi kreatif sebagai kekuatan pembangunan daerah dan nasional.
Belum ada komentar.