JAKARTA
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif, Pemkot Batu Sinkronkan Program Strategis dengan Kementerian Ekraf
Penulis: timmediaiccn
JAKARTA — Pemerintah Kota Batu bersama Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kota Batu menggelar audiensi strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Barekraf) Republik Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Thamrin Nine, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret menyelaraskan kebijakan ekonomi kreatif daerah dengan agenda pembangunan nasional.
Wali Kota Batu memimpin langsung rombongan yang terdiri dari jajaran SKPD dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif. Audiensi diterima oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama deputi, direktur, dan jajaran kementerian untuk membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Wali Kota menegaskan komitmen Kota Batu membangun ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai sektor strategis nasional.
Empat agenda prioritas
Audiensi membahas empat fokus utama pengembangan ekonomi kreatif Kota Batu, yaitu:
• Desa dan Kelurahan Kreatif, dengan penguatan potensi Desa Beji sebagai Kampung Tempe yang menaungi sekitar 250 perajin, termasuk inovasi gastronomi, batik tempe, hingga wisata ngopi pagi di kebun apel.
• Ruang Kreatif, melalui penyelarasan regulasi agar ruang kreatif daerah memperoleh pendampingan dan sertifikasi nasional.
• Creative by Indonesia, berupa perlindungan kekayaan intelektual dan peningkatan kapasitas produk lokal menuju pasar ekspor.
• Percepatan SOTK Ekraf, yakni pembentukan perangkat teknis ekonomi kreatif agar sinkronisasi program pusat dan daerah berjalan lebih efektif.
Menteri Ekonomi Kreatif didampingi Deputi 1 dan Staf Khusus Bidang Pemasaran dan Infrastruktur Kementerian Ekraf Septriana Tangkary, turut mendorong Kota Batu segera memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif melalui pembentukan SOTK sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah pusat.
Wali Kota Batu dalam audiensi tersebut didampingi antara lain Plt. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Dian Fachroni, Koordinator Batu Creative Hub Alan W. Hafiluddin, Ketua Komisi Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu Muhammad Anwar, Kepala SLB Eka Mandiri Adi Indra, Kepala PLUT UMKM Yosi.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ditutup dengan peninjauan ruang kerja Kementerian Ekraf yang mengusung konsep modern dan kolaboratif berbasis co-working space. Audiensi ini diharapkan menjadi awal percepatan sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan Kota Batu sebagai ekosistem ekonomi kreatif yang produktif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Belum ada komentar.