BerandaSemua Berita
Detail Berita

MADIUN

MCN dan UMARA Gelar D’Umara Class, Angkat Sejarah dan Seni Tradisi Pecel Madiun

Penulis: timmediaiccn

MCN dan UMARA Gelar D’Umara Class, Angkat Sejarah dan Seni Tradisi Pecel Madiun

21

|

MADIUN – Komunitas UMKM Maju Sejahtera (UMARA) berkolaborasi dengan Madiun Creative Network (MCN) sukses menggelar kegiatan D’Umara Class di Ruang Pertemuan Gedung Dekranasda Kota Madiun, Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema "Mempopulerkan Pecel Sebagai Icon Madiun: Tutur Sejarah dan Sendra Tari Asal Usul Pecel Madiun", kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi seni budaya lokal yang mempertemukan sektor UMKM, akademisi, dan praktisi seni.

Ketua Umum UMARA sekaligus Koordinator Wilayah MCN, Masithah, SE, menyampaikan bahwa pecel bukan sekadar hidangan khas yang disajikan di atas pincuk daun pisang, melainkan identitas kultural dan penggerak utama ekonomi warga Kota Madiun. Menurutnya, untuk memperkuat posisi pecel sebagai ikon unggulan daerah, dibutuhkan pendekatan terpadu yang menggabungkan sejarah, estetika seni pertunjukan, dan strategi komunikasi modern.

"Pecel adalah warisan leluhur yang tak terpisahkan dari denyut nadi UMKM lokal. Melalui kolaborasi UMARA dan MCN, kami berkomitmen mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan pelestarian budaya agar potensi daerah ini memiliki nilai tawar yang makin kuat dan tebal akan identitas," ujar Masithah di sela-sela kegiatan.

Masithah juga menegaskan pentingnya peran jejaring kreatif dalam mengemas warisan sejarah agar tetap relevan bagi publik masa kini.

"Tugas jejaring kreatif hari ini adalah menjembatani nilai sejarah dan seni tradisi agar tetap menarik di era digital. Lewat D'Umara Class, kami mengemas kisah pecel tidak hanya sebagai nostalgia masa lalu, tetapi sebagai aset storytelling yang mampu memperkuat citra Kota Madiun di panggung kreatif nasional," ungkapnya.

Membedah Literasi dan Visualisasi Pecel Madiun

Acara ini menghadirkan Septian Dwita Kharisma, S.Pd., M.Pd., seorang guru dan peneliti sejarah, sebagai penutur utama. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas rekam jejak istilah dan teknik memasak "pecel" dari naskah kuno seperti Kakawin Ramayana, Serat Centhini, hingga perkembangannya pada era kolonial dan masa pasca-kemerdekaan. Penelitiannya juga menunjukkan bagaimana tradisi "Pecel Gendong" telah membentuk dinamika kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Madiun sejak puluhan tahun silam.

Tak hanya pendalaman materi literasi, para peserta juga disuguhkan karya seni visual berupa pertunjukan Sendra Tari Asal Usul Pecel Madiun. Tarian ini merupakan karya koreografi dari Nugroho Budi Wibowo, S.Sn., yang juga merupakan Guru Seni Budaya di MI Kota Madiun. Gerak tari yang dibawakan mengartikulasikan nilai-nilai historis serta makna filosofis "Pincuk" sebagai lambang kebersamaan, keterikatan sosial, dan keberlanjutan tradisi.

Melalui D’Umara Class, UMARA dan MCN berharap para pelaku usaha kreatif, akademisi, dan masyarakat umum tidak hanya bangga mengonsumsi pecel, tetapi juga mampu menjadi duta budaya yang mengomunikasikan nilai sejarah di balik kuliner legendaris tersebut. Ke depan, sinergi lintas komunitas ini akan terus digalakkan untuk mendorong pemajuan kebudayaan dan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Madiun.

Madiun Creative Network (MCN) merupakan Jejaring Indonesia Creative Cities Network. Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan jejaring kota kreatif yang menjadi orkestrator dalam pengembangan ekosistem kota kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi Kreatif sendiri merupakan sektor usaha yang mengutamakan ide, pengetahuan, budaya dan warisan leluhur yang mencakup subsekor fotografi, film animasi, musik, arsitektur, seni pertunjukan dan lainnya.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.

MCN dan UMARA Gelar D’Umara Class, A… | Ekonomi Kreatif ICCN