BerandaSemua Berita
Detail Berita

PONTIANAK

Karhutla dan Kabut Asap Pekat, Kalbar Kekurangan Alat Kesehatan dan Peralatan Pemadaman

Penulis: timmediaiccn

Karhutla dan Kabut Asap Pekat, Kalbar Kekurangan Alat Kesehatan dan Peralatan Pemadaman

21

|

PONTIANAK — Kalimantan Barat saat ini tengah menghadapi kondisi darurat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla. Status kualitas udara berada di level berbahaya akibat kabut asap, sementara kebutuhan alat kesehatan dan peralatan penanganan kebakaran di lapangan menipis.

Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Kalimantan Barat sekaligus Koordinator Umum GEMPUR atau Gerakan Pulihkan Rimba dan Budaya, Beny Than Heri, menyampaikan bahwa sejumlah alat vital seperti masker, oksican atau kaleng oksigen kecil, dan selang pemadam kebakaran kini sulit didapatkan di wilayah Kalbar.

"Jika kawan-kawan yang berdomisili di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta yang ada jaringan bisa mendapatkan barang-barang ini boleh informasikan ke kami. Kami masih mengalami kondisi Kebakaran Lahan dan Hutan dengan status asap yang berbahaya, di sisi lain kebutuhan medis juga banyak habis," ujar Beny Than Heri.

Menurutnya, upaya pemesanan alat kesehatan dari Jakarta juga belum bisa masuk. Hal ini disebabkan bandara ditutup dan jalur transportasi terputus akibat dampak kabut asap dan karhutla.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan medis dan peralatan pemadaman terhambat, padahal kebutuhan di lapangan terus meningkat seiring meluasnya titik api dan jumlah warga yang terdampak gangguan pernapasan.

Beny mengajak seluruh jaringan relawan, komunitas, dan masyarakat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta untuk membantu menginformasikan jika mengetahui akses atau supplier yang dapat menyediakan masker, oksican, dan selang pemadam kebakaran.

"Terima kasih bantuannya," tutupnya.

Hingga saat ini, berbagai pihak masih berupaya membuka jalur alternatif distribusi bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak Karhutla di Kalimantan Barat dapat segera terpenuhi.