BerandaSemua Berita
Detail Berita

Jakarta

ICCN Satukan Konsolidasi Organisasi dan Kemitraan untuk Pengembangan Kota Kreatif Indonesia

Penulis: timmediaiccn

ICCN Satukan Konsolidasi Organisasi dan Kemitraan untuk Pengembangan Kota Kreatif Indonesia

1

|

JAKARTA — Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada 24 Oktober 2026, dilanjutkan dengan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026 pada 25 Oktober di Jakarta. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup pembahasan tata kelola organisasi, keberlanjutan koperasi, serta penguatan kemitraan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Pada hari pertama, RALB membahas dan menyepakati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ICCN. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan terkait aturan organisasi dan tata kelola. Sementara itu, laporan Koordinator Daerah (Korda) memuat pembaruan kondisi wilayah dan berbagai aspirasi yang perlu mendapat perhatian bersama.

Ketua Umum ICCN, Fiki C. Satari, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sidang, peserta, dan jajaran pengurus yang terlibat dalam proses pembahasan. Ia juga menekankan bahwa aturan organisasi tersebut akan menjadi landasan yang adaptif sesuai kebutuhan ICCN saat ini yang terus bertumbuh.

Setelah pembahasan agenda organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Indonesian Creative Cities Cooperation. Agenda ini meliputi laporan pengurus, pemaparan model bisnis, dan pembahasan rencana bisnis untuk 2027.

Pada hari kedua, ICC 2026 menghadirkan agenda penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ICCN dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selain itu, Indonesian Creative Cities Cooperation menjalin kemitraan dengan Fun Cican dan Lokamusic melalui penandatanganan MoU sebagai upaya memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Kegiatan ini juga menghadirkan diskusi tentang ekonomi kreatif global dan arah pengembangan kota-kota Indonesia dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Fiki juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi komunikasi dan memperkuat jejaring ICCN. Ia menyebut aspirasi daerah, termasuk kebutuhan respons konkret terhadap persoalan karhutla, sebagai hal yang memerlukan strategi dan tindak lanjut.

“Saya titipkan konsistensi dan kekuatan untuk setiap jejaring,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari, ICCN mempertemukan agenda konsolidasi organisasi dengan pembahasan kemitraan dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Hasil pembahasan dan kerja sama yang terbangun diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperjelas langkah ICCN dalam memperkuat jejaring kota kreatif di Indonesia.

Default Avatar
3000 karakter tersisa

Belum ada komentar.