Malang
ICCN Integrasikan Login with Privy untuk Perkuat Akses Digital di 250+ Kota dan Kabupaten Kreatif
Penulis: timmediaiccn
Malang, 31 Agustus 2026 — Pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi nasional hingga lebih dari Rp1.757,87 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 6,86%. Pencapaian ini terjadi seiring dengan semakin terhubungnya aktivitas ekonomi kreatif di ruang digital, bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berjejaring dengan komunitas, program, layanan, dan peluang kolaborasi.
Dalam ekosistem yang semakin terkoneksi tersebut, identitas digital menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan di sektor ekonomi kreatif. Seperti yang dilakukan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang saat ini memiliki jejaring di lebih dari 250 kota dan kabupaten, dengan memanfaatkan platform digital untuk menghubungkan dan memetakan potensi ekonomi kreatif daerah. Untuk itu, peran kepercayaan digital untuk memverifikasi setiap pihak di dalam sektor ekonomi kreatif ini menjadi krusial. Sehingga setiap interaksi dalam ekosistem ekonomi kreatif dapat dibangun atas identitas yang terpercaya.
Oleh karena itu, ICCN menjalin kerja sama dengan Privy sebagai Penyeleggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMDIGI, melalui integrasi Login with Privy pada platform digital ICCN. Melalui integrasi ini, anggota ICCN dapat menggunakan identitas digital Privy untuk mengakses akun, sehingga identitas yang digunakan untuk berjejaring di dalam ekosistem ekonomi kreatif telah melalui proses verifikasi. Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang diwakilkan oleh Zuwin Adriano, Senior Manager Business Development Privy dan Vicky Arief Herinadharma, Ketua Harian ICCN pada 22 Agustus 2026 di Malang, Jawa Timur.
Brata Rafly selaku Chief Business Officer Privy mengatakan sinergi bersama ICCN ini menjadi bagian dari komitmen Privy untuk mendukung adopsi identitas digital di sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Ekosistem ekonomi kreatif terdiri beragam profil individu, mulai dari individu personal, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah dan mitra bisnis. Ketika jejaring tersebut semakin luas dan aktivitasnya semakin banyak berlangsung secara digital, maka semakin membutuhkan fondasi digital yang memastikan bahwa setiap pihak yang berinteraksi dapat dikenali dan dipercaya. Melalui integrasi Login with Privy di ICCN, kami ingin membawa identitas digital bukan sekadar sebagai cara untuk masuk ke platform, tetapi sebagai salah satu fondasi kepercayaan bagi ekosistem kreatif yang semakin terkoneksi,” ujar Brata.
Bagi anggota ICCN, integrasi Login with Privy memberikan akses ke platform menggunakan identitas digital Privy tanpa perlu membuat dan mengulagi proses registrasi. Pendekatan ini menghubungkan akses pengguna dengan identitas digital yang telah diverifikasi.
Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari mengatakan kolaborasi ICCN dengan Privy ini sejalan dengan arah pengembangan ICCN dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi, data, dan konektivitas digital agar setiap pelaku serta program di dalam sektor ini dapat lebih terintegrasi dan terpercaya.
“ICCN memiliki peran untuk menghubungkan potensi ekonomi kreatif di lebih dari 250 kota dan kabupaten di Indonesia. Seiring berkembangnya jejaring tersebut, ruang digital menjadi semakin penting untuk mempertemukan dan menghubungkan para pemangku kepentingan. Karena itu, identitas yang terpercaya melalui integrasi Login with Privy ini menjadi salah satu fondasi agar interaksi di dalam ekosistem digital tersebut dapat berkembang secara lebih baik,” ungkap Fiki.
Fiki melanjutkan, melalui integrasi Privy di ICCN ini diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan layanan dan interaksi digital di dalam kota dan kabupaten kreatif.
“Ke depannya, fondasi ini dapat mendukung pengembangan berbagai bentuk interaksi digital di dalam ekosistem ICCN, mulai dari akses anggota dan komunitas, partisipasi dalam program, pendaftaran kegiatan, hingga berbagai bentuk kolaborasi antara pelaku kreatif dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan tersebut tetap dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan ekosistem,” lanjutnya.
Untuk diketahui, integrasi di ICCN merupakan bagian dari perluasan mitra dari layanan identitas digital Privy, yang terdiri dari Login with Privy dan PrivyHub sebagai infrastruktur kepercayaan digital untuk lintas platform dan sektor. Layanan ini juga telah diintegrasikan oleh berbagai platform, antara lain Treasury di sektor Fintech investasi digital, Kompas dan Tempo di sektor media, serta BelajarLagi di sektor pendidikan dan SPUN di sektor pariwisata. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan dengan identitas digital yang telah diverifikasi Privy, sekaligus memberikan platform mitra mekanisme autentikasi berbasis identitas yang lebih terpercaya.
Berdiri pada 2016, Privy merupakan penyedia layanan digital trust asal Indonesia yang menyediakan layanan identitas dan tanda tangan digital. Pada 2018, Privy menjadi lembaga non-Pemerintah pertama yang memperoleh lisensi Certificate Authority (CA) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Saat ini, Privy telah memiliki 68 juta pengguna terverifikasi dan digunakan oleh lebih dari 155.000 bisnis dan perusahaan, serta menjadi perusahaan Indonesia pertama yang mengekspor jasa berteknologi tinggi ke Australia pada 2023. Privy juga menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan FIDO Alliance, meraih sertifikasi WebTrust for CA dan ISO/IEC 27701:2019, serta tercatat dalam Forbes Asia 100 to Watch 2021. Privy merupakan penyedia E-KYC pertama yang resmi tercatat di OJK dan satu-satunya penyedia digital trust yang lolos regulatory sandbox Bank Indonesia. Sejak 2019, Privy memperoleh persetujuan untuk mengakses data identitas nasional dan biometrik wajah guna mendukung verifikasi identitas pengguna. CEO dan Co-Founder Privy, Marshall Pribadi, juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Digital Trust Indonesia (ADTI), Wakil Ketua Umum I AFTECH, serta masuk dalam Forbes Asia 30 Under 30 (2017), Fortune 40 Under 40 (2024), dan NextGen Tech 30 (2024).
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Bela Dienna
Marketing Communications Manager
Mobile: +62857-1133-1125
Email: bela.dienna@privy.id
Belum ada komentar.