Press Release: Konferensi Jaringan Kota Kreatif



PRESS RELEASE
Konferensi Jaringan Kota Kreatif
Solo, 23-24 Oktober 2015


Indonesian Creative Cities Conference diselenggarakan bersama-sama dengan kegiatan Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Expo dan Pesta Rakyat "Solo Polah, Rakyat Bungah" antara tanggal 22-25 Oktober 2015. Rangkaian kegiatan ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kota Surakarta, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Solo Creative Community Network (SCCN), BI Surakarta, serta dukungan pihak swasta, komunitas dan penggiat dunia kreativitas Indonesia.

Tujuan dari rangkain kegiatan ini adalah, mendorong pemanfaatan potensi kreativitas untuk kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi kreatif di level kota dan kabupaten. Sasaran secara nasional adalah terbentuknya organisasi Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif, lengkap dengan susunan pengurus dan program kerja; sehingga aktifitas di kota dan kabupaten bisa tumbuh, berkembang dan saling berkolaborasi sebagaimana terjadi pada poros Solo-Bandung di tingkat nasional maupun internasional. Dalam konteks lokal kegiatan ini mencerminkan komitmen dan kolaborasi quadrohelix Kota Surakarta untuk berperan di tingkat nasional dan wilayah yang lebih luas.

Hari ini embrio jejaring kota-kabupaten kreatif nasional mendeklarasikan kesepakatan dan komitmen antar pemangku kepentingan dari 51 kabupaten-kota se-Indonesia untuk berjejaring secara formal dan terorganisasi, dengan target pada pertemuan ketiga di kota Malang pada sekitar bulan April 2016,yang akan didukung oleh 3 kabupaten Kota se-Malang Raya. Organisasi ini telah terbentuk secara formal dan beranggotakan 25% dari total kabupaten-kota se-Indonesia, berperan di kancah internasional dalam lingkup Asia tenggara, serta mengawali peran sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia dalam mensejahterakan masyarakat secara inklusif dan lestari.

Pertemuan ini telah membuktikan sekali lagi bahwa kerjasama quadrohelix: birokrasi, akademisi, komunitas dan bisnis, mampu menggerakan kekuatan jejaring secara optimal bagi pemangku kepentingan ditingkat horizontal dan vertikal, serta mempertimbangkan kekuatan dimasa lalu dan saat ini, untuk masa depan yang lebih baik sesuai 10 prinsip kota kreatif Indonesia yang disepakati pada pertemuan Bandung pada 26-27 April 2015.

Langkah kunci yang perlu dilakukan oleh pemangku kepentingan di tingkat kabupaten-kota selanjutnya adalah melakukan self assessment secara bersama sama, dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif, untuk selanjutnya maju dengan draft organisasi dan program yang sekurangnya didukung oleh 3-4 pemangku kepentingan untuk bergabung dalam jejaring kabupaten-kota kreatif Indonesia.

Pemerintah nasional yang telah mendukung langkah sampai saat ini diharapkan melanjutkan dukungannya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, jejaring internasional, serta elemen-elemen lain yang mendorong lahirnya kreativitas disetiap aras dan elemen quadrohelix di Indonesia. Harapannya secara bersama dapat ditemukan energi kreativitas Indonesia yang merepresentasikan potensi unggulan di kota dan kabupaten untuk kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan Indonesia di masa depan.

Media adalah elemen kelima yang penting untuk mendukung langkah ini, terutama untuk mengedukasi publik, mengamati, menilai dan menyebar luaskan keberhasilan sehingga penghargaan dan pengembangan inovasi dan kreativitas bisa dilakuan secara akuntabel dan transparan. Untuk itu kami mengajak rekan-rekan media untuk dapat ikut terlibat dalam memberi dukungan agar potensi kreativitas yang dimiliki oleh berbagai kota dan kabupaten di Indonesia dapat berkembang secara inklusif dan lestari.