Makassar Kandidat Tuan Rumah International Creative Cities Conference 2017

Makassar menjadi kandidat tuan rumah perhelatan International Creative Cities Conference (ICCC) III pada 2017 mendatang.

Dipilihnya Makassar masuk dalam deretan kandidat tuan rumah ajang yang mempertemukan tokoh kreatif se-Indonesia bersama sejumlah pemangku kebijakan, dilatari posisi strategis KotaMakassar sebagai living room kawasan timur Indonesia (KTI). Selain itu, Makassar dipandang sebagai salah satu kota yang sangat pesat perkembangan konsep kreativitasnya.

Hal itu menjadi salah satu agenda pembahasan saat Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menghadiri ICCC II yang digelar Badan Ekonomi Kreatif RI (BE KRAF) dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bekerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Hotel Harris, Malang.
Ramdhan menjadi pembicara bersama Wali Kota Bandung, Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, Wali Kota Kendari, dan beberapa tokoh kreatif muda di Indonesia.

Dalam paparannya, Ramdhan mengupas konsep tata lorong Kota Makassar yang mengedepankan konsep pendekatan ruang masyarakat yang mampu mengubah lorong menjadi Lorong Garden dan kreatif. Konsep kuliner 24 jam di Makassar juga turut ditampilkan.
“Pendekatan kreativitas haruslah melibatkan berbagai unsur stakeholder, termasuk seniman dan budayawan yang memiliki konsep seni kreativitas tinggi,” ujarnya. ICCN II 2016 menjadi ajang berbagi pengetahuandan ajang belajarbagi para pemangku kebijakan dan para tokoh kreatif se-Indonesia dalam pengembangan potensi kreatif dan pariwisata daerah guna menjadikan kota mereka menjadi kota kreatif dunia.

Pemilik sertifikat tertinggi bidang arsitektur itu, memanfaatkan gelaran tahunan ICCN II 2016 sebagai media promosi bagi event akbar yang akan dihelat Makassar 8 September mendatang.
Ramdhan bersama Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengundang seluruh tamu yang hadir ikut berpartisipasi pada Makassar Eight Festival Forum.
Berbagai kegiatan digelar untuk meramaikan ICCN II 2016, di antaranya festival fotografi, film, fashion, animation, culinary dan tourism. Event turut melibatkan kaum kreatif di Jawa Timur, khususnya Kota Malang dan Surabaya.